close
angkajituhoki88.com
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi Anti Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi Anti Virus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 September 2012

Pengen Anti Virus Android Terbaik...???

Seperti kata pepatah, "Semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya", itu pula yang sedang dialami OS Android saat ini. Popularitas operating system (OS) besutan Google beberapa tahun belakangan ini membuat peningkatan yang cukup besar dalam distribusi malware untuk OS saingan BlackBerry ini. 

Dan memang banyak orang yang beranggapan keamanan Android (Android Security) memang menjadi masalah utama yang seharusnya lebih diperhatikan oleh Google. Sebelumnya memang banyak juga yang beranggapan bahwa Android tidak memerlukan sebuah aplikasi antivirus karena hal ini merupakan tanggung jawab penuh buat pengguna perangkat Android. 

Rabu, 16 Mei 2012

Pengguna PC 42% Pakai Antivirus Gratisan

Opswat, perusahaan pengamanan yang mengembangkan toolkit untuk mengelola aplikasi sekuriti pihak ketiga, mengumumkan hasil survey yang mereka lakukan, khususnya di negara yang menggunakan bahasa Inggris.
42% Pengguna Antivirus versi tak berbayar
Hasilnya, antivirus gratisan merupakan aplikasi pengamanan yang paling populer digunakan. Sebanyak 42 persen pangsa pasar software antivirus didominasi oleh versi tak berbayar.

“Dari survey terlihat bahwa pengguna memiliki keyakinan terhadap kemampuan aplikasi antivirus gratis,” sebut Opswat dalam laporannya, seperti dikutip dari PC Advisor, 12 Juli 2010. “Tampaknya pengguna merasa nyaman sama seperti menggunakan antivirus berbayar,” sebut Opswat.

Dari 42 persen pasar antivirus, empat aplikasi pengamanan terpopuler adalah Avast Free Antivirus dengan 11,45 persen, Avira AntiVir Personal Free Antivirus dengan 9,19 persen, AVG Anti-Virus Free dengan 8,6 persen, serta Microsoft Security Essentials dengan 7,48 persen.

Untuk aplikasi antivirus berbayar, menurut survey Opswat, aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Avast dengan 5,4 persen, diikuti oleh Kaspersky Internet Security dengan 4,48 persen dan Norton Anti Virus dengan 4,24 persen.

Meski tidak masuk dalam 5 besar, menurut laporan Gartner pada April 2010 lalu, Symantec merupakan vendor keamanan terbesar dengan pendapatan mencapai 1,8 miliar dolar AS di 2009. Di posisi berikutnya adalah McAfee dan TrendMicro dengan pendapatan sebesar 699 dan 278 juta dolar AS.

Sumber : teknologi.vivanews.com

Biang Pencurian Data pada Ponsel

Anda kini perlu waspada dengan munculnya malware pada mobile. Hasil analisa Kaspersky April 2012 menemukan malware mobile dapat mencuri informasi rahasia dari perangkat yang terinfeksi.
Hati-hati Mau Instal Aplikasi
Pada April lalu, Kaspersky mencatat para pengguna Android di Jepang diserang sebuah malware Android jenis baru. Hampir 30 aplikasi berbahaya tersedia di Google Play dan setidaknya 70 ribu pengguna telah mengunduh satu dari 30 aplikasi tersebut. Malware jenis ini bisa terkoneksi ke server jarak jauh. 

Jika koneksi terjadi, malware tersebut akan mengunduh video file MP4. Malware ini juga mampu mencuri informasi rahasia dari peralatan yang terinfeksi, termasuk nama kontak, alamat email, dan nomor telpon orang-orang yang ada pada Android yang terinfeksi dan mengunggah  data tersebut ke server jarak jauh. Kaspersky Mobile Security mendeteksi malware ini sebagai Trojan.AndroidOS.FakeTimer.

TigerBot

Kaspersky juga mengungkapkan malware mobile yang dikontrol melalui pesan SMS semakin populer. Malware yang disebut dengan TigerBot, dapat menyebabkan bocornya informasi penting pada ponsel yang terinfeksi.

Pada April, ditemukan backdoor lain bernama TigerBot. Malware ini menyamarkan diri setelah menginfeksi dan tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaannya pada layar ponsel yang terinfeksi.
Berbagai perintah pada ponsel yang terinfeksi memungkinkan para penjahat dunia maya untuk merekam pembicaraan ponsel, mencuri koordinat GPS, mengirim SMS, dan mengubah pengaturan jaringan. Untungnya, tidak ada bukti bahwa TigerBot menyusup ke Google Play.

Kaspersky Mobile Security mendeteksi malware ini sebagai Backdoor.AndoidOS.TigerBot.
Kaspersky mengingatkan para pemilik ponsel untuk tetap berhati-hati saat menginstal aplikasi dari manapun.

Sumber : teknologi.vivanews.com